C.I.N.T.A (manisnya iman)

Bagaimanakah sistem kerja cinta itu?

Saat kita mengaku Islam, cintakah kita Kepada Sang Maha Pemilik Islam? cintakah kita Kepada Rasul yang mengajarkan apa itu Islam ?. Sepertinya kita sudah terlalu lama larut dalam arus dunia dan berusaha menumbuhkan cinta-cinta di dunia seperti cinta gaji, cinta jabatan, cinta harga diri, cinta harta benda, cinta tabungan, cinta makanan, cinta hobby, cinta pekerjaan, cinta waktu, dan lain sebagainya. Tapi apakah cinta-cinta di dunia tersebut mampu kita tempatkan pada level yang lebih rendah daripada Mencintai Sang Khalik dan Rasul-Nya ?. Berat dan memang berat, disaat kita di dera himpitan kehidupan yang terus memaksa kita untuk bangun dari keterpurukan. Setiap saat kita butuh makan, setiap saat kita butuh tempat tinggal, setiap saat kita butuh kesejahteraan dan kelayakan, dan oleh karena itu semua kita perlu bekerja, perlu mencintai pekerjaan, perlu mencintai gaji, dan sebagainya. Tapi mari kita renungkan, Siapa gerangan yang menciptakan kita ? Siapa gerangan yang memberikan ujian berupa himpitan kehidupan ?. Dia adalah Allah SWT. Mungkin semua telah sering mendengar dalam ceramah dan sebagainya : “Allah SWT memberikan ujian agar manusia bertaqwa”.

Dalam hal lain kita dibuat berbunga-bunga saat menyemai cinta sepenuh hati pada bidadari kita, istri kita. Bagaimanakah kita harus menempatkan cinta kasih kita kepada bidadari kita, anak kita, keluarga besar kita, kerabat kita ?. Berikut Hadist yang akan lebih membuka pemikiran kita :

Dari Anas RA bahwa Nabi SAW bersabda, “Tiga perkara yang apabila terdapat pada diri seseorang maka ia akan menemukan manisnya iman yaitu mencintaiĀ  Alloh dan Rosul-Nya melebihi cintanya kepada selain keduanya, mencintai seseorang hanya karena Alloh, dan ia benci untuk kembali ke dalam kekufuran (setelah Alloh menyelamatkannya 1/11) sebagaimana ia benci untuk dicampakkan [dalam riwayat lain dilemparkan] ke dalam api neraka.” [HR.Bukhari]

Dalam Hadist tersebut diatas dapat kita cerna bersama bahwa mencintai apapun di dunia ini harus dilandasi niat hanya untuk Allah SWT dan Rasul-Nya. Mencintai suami/istri sepenuh hati hanya karena Allah SWT. Karena kita Mencintai Allah SWT dan Rasul-Nya dengan amat sangat maka secara naluriah akan menuntun kita untuk tulus mencintai suami/istri kita, anak kita, keluarga kita, dsb.

Tidak ada rasa cinta yang lebih dahsyat selain Rasa Cinta Kepada Allah SWT yang menggetarkan jiwa.

Marilah kita bersama-sama membaca kembali BAIT CINTA yang telah kita rangkai selama ini..

Advertisements

There are no comments on this post.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: